Prinsip yang harus dilakukan pada menerapkan telenursing antara lain: menaikkan kualitas pelayanan kesehatan, menaikkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mendefinisikan peran serta tanggung jawab secara fleksibel ju gamengurangi penyampaian informasi yg tak perlu dan melindungi privasi yang berkenaan dengan pasien.


Place your order now for a similar assignment and have exceptional work written by our team of experts, At affordable rates

For This or a Similar Paper Click To Order Now

2.7. Penerapan Telenursing
Prinsip yang harus dilakukan pada menerapkan telenursing antara lain: menaikkan kualitas pelayanan kesehatan, menaikkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mendefinisikan peran serta tanggung jawab secara fleksibel ju gamengurangi penyampaian informasi yg tak perlu dan melindungi privasi yang berkenaan dengan pasien. (Scotia, 2017)
Menjadi seorang telenurs membutuhkan sikap positif, pikiran terbuka, pengetahuan dan keterampilan teknis. Perawat harus dapat menilai kebutuhan rumah sakit pasien dan memodifikasi rencana perawatan (Souza, 2015)
Tanpa keterampilan komunikasi yang baik, Anda tidak dapat melayani secara efektif. Telekomunikasi membutuhkan penggunaan teknologi yang berbobot, jadi pengasuh harus terbiasa dengan teknologi. Pengasuh perlu terus memperbarui pengetahuan mereka, karena klien yang menerima manfaat hanya dapat diselamatkan oleh informasi dan perawatan berbasis bukti. Mereka harus memiliki keterampilan menggunakan teknologi untuk memberikan layanan perawatan yang kompeten (Ghai & Kalyan, 2013).
Menurut Hakimnia dkk. (2014) Orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dengan pasien..Menurut Ghai & Kalyan (2013), manfaat telenursing bagi perawat adalah pendapatan yang lebih tinggi, jam kerja yang fleksibel, pengurangan biaya perjalanan untuk perawatan perawat untuk melayani dari rumah, dan layanan jarak jauh.Ini adalah peluang untuk kepuasan kerja dan pengembangan keterampilan yang lebih besar. yang hanya ditawarkan di Opsi pekerjaan baru, berbagi data, dan waktu respons yang lebih cepat. Manfaat telecare bagi pasien adalah penduduk yang tinggal di daerah terpencil dapat menerima perawatan medis selama mereka memiliki akses Internet di ponsel atau komputer mereka, dan kurangnya konektivitas ke lokasi yang berbeda berarti biaya yang lebih rendah dan Ini menghilangkan kebutuhan untuk bepergian ke lokasi terpencil, menyediakan perawatan berkualitas tinggi dengan biaya rendah.
Penerapan telenursing di Indonesia telah dilakukan namun belum berjalan dengan baik karena keterbatasan sumber daya,sarana dan prasarana serta belum maksimalnya dukungan dari pemerintah. Padahal jika dilihat dari kemajuan teknologi seperti dalam penggunaan internet,komputer dan smartphone,telenursing sangat berpotensi untuk dikembangkan secara maksimal dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat.Untuk mensiasati keterbatasan pelaksanaan telenursing bisa dimulai dengan peralatan yang sederhana seperti telepon rumah dan smartphone yang sudah banyak dimiliki oleh masyarakat tetapi masih belum banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan/keperawatan.
Penerapan telenursing memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan akses keperawatan, menekan biaya dan meningkatkan hasil akhir dari perawatan kesehatan.Namun peningkatan penggunaan teknologi akan mempengaruhi hubungan perawat dan klien dengan kualitas perawatan. Hubungan perawat dan klien tidak dapat digantikan dengan teknologi. Tetapi pemberian asuhan keperawatan tanpa sentuhan langsung dari tangan perawat atau menggunakan telenursing dapat dikatakan sebagai asuhan keperawatan yang legal,karena dalam sistem telenursing perawat menggunakan pengetahuan, keterampilan, pertimbangan dan pemikiran kritis yang tidak bisa dipisahkan dari ilmu
keperawatan, yang meliputi penggunaan ilmu keperawatan, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan
2.8. Tantangan Penerapan Telenursing
Masalah yang terkait dengan tele-nursing adalah kesulitan dalam menggunakan teknologi karena kurangnya bimbingan, kurangnya pelatihan, dan kurangnya bantuan dan dukungan untuk pengasuh dan pasien. Kita mungkin menghadapi kegagalan teknis, ancaman terhadap keselamatan pasien, dan kesalahan medis (George, 2009).
Memastikan percakapan antara klien dan pengasuh adalah masalah etika utama. Kurangnya kesadaran interaksi dengan perawat wanita dan kesulitan dengan pasien pria adalah tantangan lain. Memastikan kerahasiaan dan informed consent juga merupakan masalah dalam tele-nursing (Ghai & Kalyan, 2013).
Pengasuh yang melakukan tele-nursing harus memiliki lisensi yang valid dan masih berlaku. Kategori pelayanan kesehatan yang dapat diberikan melalui telenursing adalah preventif. Misalnya, mencegah efek berbahaya dari penyalahgunaan zat, alkohol, layanan nutrisi dan penelitian kesehatan. Promosi meliputi pendidikan kesehatan terkait aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang sehat. Perawatan meliputi pelayanan yang berkaitan dengan pengobatan penyakit, seperti pemeriksaan dan resep obat, sedangkan rehabilitasi meliputi pelayanan aftercare setelah rawat inap karena penyakit kronis, pembedahan, dll. Layanan khusus meliputi terapi fisik, pengujian laboratorium, layanan ketenagakerjaan, layanan kecanduan, dan layanan rujukan untuk individu atau otoritas kesehatan, atau atas permintaan pasien (Hederbergh, 2007; Sharma, 2014).
Layanan kuratif adalah penggunaan teknologi video telephony untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes (Kotsani, 2018). Ini memfasilitasi komunikasi antara pasien dan perawat, memberikan pasien kehidupan yang nyaman, bagi pasien, dan memberikan pasien kesempatan untuk mempertahankan pendidikan kesehatan mereka secara efektif dan tanpa interupsi(Ghai & Kalyan, 2013). Dengan telenursing pasien bisa berobat dirumah tanpa harus hadir di pusat kesehatan. Teknologi telepon video memungkinkan komunikasi tatap muka dengan mudah antara pasien diabetes mellitus dengan petugas kesehatan, memantau kadar gula darah dan memberikan umpan balik, serta memberikan motivasi kepada pasien(Kotsani, 2018; Tavsanli, Karadakovan, & Saygili, 2013)
Di negara maju aplikasi telenursing tersedia di rumah, pusat telemedicine berbasis rumah sakit, rumah sakit dan pusat rehabilitasi. Berbeda dengan negara berkembang yang mana potensi telenursing belum diaplikasikan secara maksimal.Negara yang menerapkan telenursing akan memiliki manfaat yang berbeda terutama untuk negara maju dan negara berkembang. Misalnya dalam penggunaan teknologi seluler seperti smartphone dan tablet, tidak mungkin mereka yang kurang mampu akan memiliki akses teknologi seperti itu (Sharma, 2014).
2.9. Cara Mengatasi Tantangan Penerapan Telenursing
Untuk menerapkan telenursing di Indonesia secara maksimal ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain sumber daya manusia kesehatan yang mengerti teknologi ,sarana dan prasarana teknologi informasi yang memadai ,tersedianya panduan dan standar praktek ,adanya kode etik dan suatu badan yang akan mengatur praktek telenursing dengan profesi kesehatan yang lain sebagai bagian dari praktek telehealth .Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat sesuai untuk mengaplikasikan telenursing sebagai jawaban atas permasalahan kurang Merata nya pelayanan kesehatan di wilayah Indonesia tapi tentu saja pemerintah dan organisasi profesi harus membuat regulasi yang akan mengatur praktek telenursing yaitu membuat standar praktek ,kode Etik, protocol dan panduan telenursing di Indonesia.

For This or a Similar Paper Click To Order Now


Leave a Reply